PIAGAM GUMI
SASAK: UPAYA MEMPERBAIKI, MENJAGA, SERTA MENYELAMATKAN KEUTUHAN BUDAYA DI GUMI PAER.
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan
keberagaman suku dan budaya. Salah satu suku dengan budayanya yang terkenal
yaitu suku Sasak yang juga mempunyai keberagaman budaya yang memesona namun
penuh makna. Banyak nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung didalam
kebudayaan tersebut patut untuk dijadikan pegangan hidup. Namun saat ini, berbagai
kebudayaan suku Sasak tersebut makin lama makin luntur nilai keagungannya.
Ditengah zaman yang serba modern ini, budaya Sasak juga mengalami unsur
“modernisasi” yang sudah mulai menyimpang dari keasliannya. Hal ini tentunya
akan berdampak buruk pada warisan budaya untuk generasi mendatang. Menurut
keterangan Bapak Murahim, salah satu dosen Universitas Mataram yang kami
wawancarai, mengatakan bahwa menjadi orang Sasak adalah suatu amanah. Maksudnya
adalah bahwa menjadi orang Sasak itu harus siap dan mampu mempertahankan
kebudayaan asli suku Sasak sehingga terhindar dari anacaman kepunahan budaya.
Namun kini, ancaman itu sepertinya sudah mulai menggerogoti budaya suku Sasak
karena kurangnya pengetahuan generasi muda tentang makna budayanya sendiri.
Melihat kondisi budaya Sasak yang sudah
diporak-porandakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, lembaga kebudayaan
seperti tokoh sejarawan beserta pemuka adat dan tokoh agama berusaha
mengembalikan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Sasak. Mereka
berinisiatif untuk memperbaiki, menjaga serta menyelamatkan keutuhan budaya yang ada di gumi paer ini. Dari
usaha tersebut, mereka akhinya mengeluarkan manifesto kebudayaan yang dikenal
dengan nama “Piagam Gumi Sasak”. Piagam Gumi Sasak merupakan pernyataan sikap
orang Sasak bahwa mereka itu merdeka, berbudaya dan bermartabat. Piagam Gumi Sasak dibacakan pertama
kali di museum NTB. Seorang tokoh sejarawan Sasak, Dr. Muhammad Fadjri, M.A
disaksikan oleh masyarakat Sasak membacakan “Piagam Gumi Sasak” yang dihadiri
oleh tokoh-tokoh pemuka Sasak, Samawa, dan Mbojo. Isi teks Piagam Gumi Sasak
tersebut adalah sebagai berikut.
PIAGAM GUMI
SASAK
Bismillahirrahmaanirrahiim
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus
dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan
amanah Sasak itu sejatinya merupakan mata rantai sejarah kemanusiaan melalui
simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di
Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa
kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak diwarnai oleh hikmah
yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan
menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan
makna, pengaburan jati diri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai
kepentingan para penguasa yang berlangsung hingga saat ini. Beralih pencitraan
budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan
kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi
bangsa imperior yang tak mampu tegak diantara bangsa-bangsa lain dalam rangka
menegakkan amanah kefitrahannya sebagai sebuah bangsa. Sadar akan hal tersebut,
kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan Piagam Gumi Sasak sebagai berikut.
1. Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri
bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
2. Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan
mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian
kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
3. Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa
Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa
yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
4. Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru
dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
5. Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat
yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta
memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulud tahun Jimawal/1437 H.
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama kami,
1.
Drs. Lalu Azhar (Pemban
Gumi Adat Sasak)
2.
Drs. H. Lalu
Mujtahid (Pemucuk Wali Paer)
3.
Drs. Lalu Baiq
Windia, M.Si (Ketua Majelis Adat Sasak)
4.
TGH. Ahyar Abduh
(Tokoh Agama)
5.
Drs. H. Husni
Mu’adz, M.A., Ph.D (Akademisi Budayawan)
6.
Dr. Muhammad
Fadjri, M.A (Sejarawan)
7.
Dr. H.
Jamaludin, M.Ag. (Sejarawan)
8.
Dr. Lalu Abd.
Khalik M.Hum. (Ahli Bahasa)
9.
Drs. H. A. Muhit
Ellepaki, M.Sc. (Tokoh Agama)
10. Drs. H. Sudirman, M.Pd (Ketua Asosiasi Tradisi Lisan
NTB)
11. Dr. H. L. Agus Fathurrahman (Tokoh Budaya)
12. Mundzirin, S.H (Advokat)
13. L. Ari Irawan, S.E., S.Pd., M.Pd (Direktur Rowot
Nusantara Sasak)

Lestari kan budaya sasak
BalasHapusIni seperti mahakarya
BalasHapusTerbaiklah
BalasHapusMAHA KARYA ANAK BANGSA.
BalasHapusSasak memang terbaik.
BalasHapusSasak memang terbaik.
BalasHapusTerimkasih postnya.
BalasHapusSngt brmnfaat
Mari lstrikn bdya.
Salam budaya
Bagus
BalasHapusSubhanallah
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusEa ea ea
BalasHapusBagus sekali sangat bermaanfaat akhi
BalasHapusMenambah informasi sy.. Thnks😍
BalasHapusTerbaik
BalasHapusBagus
BalasHapusBermnfaat
BalasHapusMantaap
BalasHapus