Rabu, 20 Desember 2017

LUMBUNG LOMBOK: LAMBANG KESEJAHTERAAN



LUMBUNG LOMBOK: LAMBANG KESEJAHTERAAN 
Gedung PT. Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Ampenan menggunakan model Lumbung Padi yang menjadi ciri khas Pulau Lombok.
Pulau Lombok didiami oleh sebagian besar suku Sasak. Masyarakat suku Sasak rata-rata berprofesi sebagai petani. Mereka masih menjunjung tinggi tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka secara turun-temurun. Salah satu yang masih dijaga adalah lumbung padi, tempat suku Sasak menyimpan hasil panen. Lumbung padi menjadi bangunan yang bernilai penting bagi suku Sasak. Bangunan ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah adalah lasah/berugak yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, sedangkan bagian atas adalah ruangan untuk menyimpan hasil panen yang berdinding bambu dan beratap ilalang. Atap bangunan lumbung yang dibuat tinggi mempunyai alasan. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari banjir atau hama tikus, sehingga hasil panen yang disimpan akan tetap aman. Satu bangunan lumbung padi bisa dipakai untuk 5-6 keluarga. Bangunan lumbung ini terletak di tengah kampung dan terlihat lebih tinggi dari bangunan lainnya. Selain sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen, bangunan ini juga menjadi lambang khas Pulau Lombok. Lumbung padi melambangkan kesejahteraan dan kecukupan pangan masyarakat suku Sasak di Lombok. Alasannya, masyarakat suku Sasak mempunyai sifat mulia yaitu berhemat atau tidak boros. Mereka menghargai makanan dan tidak membuang-buangnya secara percuma, karena mereka berusaha untuk menabung dan menyimpan cadangan makanan jika terjadi gagal panen. Kebudayaan seperti ini sudah seharusnya dilestarikan untuk dijadikan warisan kepada generasi selanjutnya.



21 komentar:

  1. Terbaik dari segala yg terbaik, menambah wawasan bagi pembaca

    BalasHapus
  2. bagus sekali sangat bermanfaat sekali dalam penelitian saya kedepannya

    BalasHapus
  3. MANTAP. TETAP LESTARIKAN BUDAYA !

    BalasHapus